MENGIKHLASKAN


Ikhlas? Satu kata namun sangat sulit untuk diartikan. Baik dari sudut  orang yang telah melafalkan ataupun dari sudut orang mendengarkan. Entah kenapa Kata ini menjadi sangat dilematik. Katanya bukan ikhlas namanya ketika kita masih mengucap kata ikhlas, namun disisi lain ketika tidak mengucapkan terkadang banyak juga yang beranggapan bahwasanya kita tidak ikhlas. Tapi ada juga yang mengatakan bahwa ikhlas itu seperti pada Qur'an Surah Al- ikhlas. Namanya saja yang ikhlas tapi dalam surahnya tidak terdapat kata ikhlas. Banyak setuju, tak banyak juga yang masih tidak terimah. Sepertinya Rumit ketika mendengar kata ikhlas. Baik dari Zaman dulu bahkan sampai sekarang masih sangat rumit untuk berada pada posisi tersebut. Begitu halnya dengan masalah perasaan. Sangat sulit untuk melapangkan perasaan yang sudah lama ia jaga namun karena hal tertentu menyebabkan semua berubah. Banyak Ragu, rasa yang tercipta pun keluh dan kemudian Hati menjadi piluh. Banyak hati terkadang merasa terluka atas kenyataan-kenyatan manis yang ia harapkan dahulu kini berubah menjadi kenyataan yang sangat menyakitkan. Dan bahkan benak pun ikut berfikir menyesal atas apa yang telah di perbuat oleh rasa. Namun hakikatnya manusia, perasaan adalah salah satu hal yang harus ia jaga dengan baik agar tidak ada hati yang terluka. Ibarat benteng yang kokoh harus tetap berdiri tegak di hadapannya agar tak ada yang bisa menyakitinya. Seperti halnya dua hati yang sepakat mengikat janji untuk saling berkomitmen namun tidak memiliki ikatan yang halal. Mereka masing-masing menjaga hati dari hati yang tak semestinya hadir di antara keduanya. Seakan-akan hati mereka terkunci untuk hati yang lain. Yang kuncinya hanya mereka berdua yang memegang. Layaknya rumah yang hanya memiliki dua kunci. Hanya mereka berdua yang memegang dan menetap tinggal di rumah tersebut. Dan orang lain hanya tamu dan tak bisa bersama-sama berada dirumah tersebut dalam rentang jangka waktu yang cukup lama. Seperti itulah kiranya hati yang sepakat untuk saling menjaga. Namun lambat laun, hati keduanya mulai gusar.  Seakan ada sesuatu yang mengganjal pada hati mereka. Resah menyelimuti, rasa takut menghantui dan berharap cemas berganti. Tapi Terkadang Allah SWT selalu punya rencana yang tak pernah bisa di duga dari setiap hambanya. Semisal Dua hati yang saling berharap akan selalu hidup bersama. Namun, Perlahan terpisah karena takdir Allah SWT yang selalu berjalan sesuai kehendaknya. Kecewa pun terjadi di antara keduanya. Sebab harapan manis yang selalu di dambakan seakan berada pada jembatan gantung yang talinya akan segerah putus. Beban yang ada pada hati keduanya kian bertambah menyebabkan jembatan gantung itupun putus. Bukan beban karena tanggung jawab dari menjaga hati dari keduanya, melainkan tanggung jawab kepada sang pencipta yang menciptakan hati mereka berdua sehingga bisa bersama. Menurut Mereka Tanggung jawab sebagai hamba yang taat pada sang pencipta lebih besar dari segalanya. Sehingga Mereka berusaha ikhlas atas apa yang telah dan akan terjadi kelak. Sulit? Memang karena bagaimanapun hati mereka telah Di kunci dengan baik. Sakit? Yah, memang,  Itulah konsekuensi yang harus di hadapi ketika menaruh harapan kepada manusia melebihi harapan kita kepada Allah SWT. Tapi seiring berjalannya waktu, kedua hati tersebut sadar janji akan takdir Allah SWT jauh lebih baik daripada janji mereka berdua yang sering diucapkan ketika berbicara. Dimana ketika kita mengikhlaskan sesuatu karena Allah SWT InsyaAllah cepat atau lambat Allah SWT akan menggantikan jauh lebih baik dari sebelumnya.  Itu Janji Allah dan itu sangat pasti ketika kita ikhlas. Setelah sepakat akan janji Allah SWT, kedua hati tersebut saling melepaskan, lalu mengikhlaskan kemudian memperjuangkan dengan cara yang baik. Yaitu dengan melambungkan doa-doa khusyu di setiap sujud 1/3 malam mereka pada sang pencipta agar hatinya bisa terpaut dengan hati yang betul-betul bisa membuatnya jauh lebih baik dan tentunya disertai dengan  Ridho Allah SWT. Kedua hati tersebut, masing-masing telah berlapang Dada mengikhlaskan ketentuan Allah SWT. Sebab jodoh dan rezeki sudah diatur sebaik-baik rencana. Dan jodoh tidak akan tertukar. Sekalipun kita berlari dan menjauh darinya, Percuma! Sebab Allah akan selalu punya ribuan bahkan miliyaran cara untuk mendekatkan kita dengan jodoh kita. Dan Itu Pasti, tidak ada yang bisa mengelak.
Senin, 11/2 2019

Kamar Kopel, dalam gelap yang menuntun pada hati yang gelisah.
_KALA_

Komentar