KEHILANGAN YANG SAMA

Kehilangan yang sama untuk kedua kalinya.
By:NNul_
Papua Barat,   8 Syawal 1441 H 
Seakan ada, namun telah tiada. Begitu kira-kira.
Benar kata orang, kehilangan adalah suatu kenyataan yang pahit bahkan menyedihkan.
Dimana Kehilangan yang paling menyedihkan adalah ketika kita berpisah untuk selama-lamanya namun tidak sempat  menggenggam erat tangannya dan berbisik dengan lirih ucapan selamat tinggal ditelingahnya untuk yang terakhir kalinya dikarenakan jarak yang begitu jauh.
Benar kata orang, kehilangan memang mengisahkan banyak air mata. Apalagi kehilangan yang terjadi ini adalah kehilangan yang sama untuk kedua kalinya.
Meskipun begitu, aku harus tabah. Karena harus  melewati kehilangan ini dengan sendiri di tanah rantau tanpa keluarga. Aku harus bisa menjadi dewasa dalam segala hal yang telah terjadi padaku. Aku harus sekuat baja didepan keluargaku ketika bertatap muka dengan mereka melalui panggilan video yang sesekali dilakukan waktu itu. Memang terlihat sulit, tapi inilah kenyataan harus kuhadapi dengan hati yang lapang waktu itu.
Seperti halnya yang terjadi pada mendiang bapak tua yang enam tahun lebih dulu meninggalkan jejak seperti ini. Bedanya, waktu itu aku masih berstatus mahasiswa baru yang mental dan pola pikirnya belum dewasa. Dan sesekali menyalahkan keadaan yang ada waktu itu.
Kembali lagi tersadar, bahwa Takdir Allah SWT jauh lebih baik dari apa yang kita inginkan. “Kullu Nafsin Dzaiqatul maut” yang artinya setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. InsyaAllah ikhlas atas takdirmu.
Dan teruntuk Mama tua selamat berpulang...
Terima kasih sudah menjadi perempuan hebat dalam hidupku. Terima kasih telah menjadi penyemangatku selama hidupku. Terima kasih telah menjadi motivasiku untuk selalu bisa menjadi orang yang selalu bekerja keras dalam mewujudkan mimpi-mimpiku.
Meskipun sekarang ini, situasinya berbeda sehingga ada beberapa mimpiku yang tidak bisa terwujud karena engkau sudah tidak ada.
Selamat jalan Kartiniku, tidur tenang untuk teman tidurku dari SD sampai diusia sekarang.Semoga Sakit yang engkau rasakan selama 3 bulan kemarin menjadi penggugur dosamu dan InsyaAllah Syurga untuk Mama tua, Allah SWT lebih sayang.
Tempat terbaik untukmu. Maaf karena kemarin, tidak bisa berada disampingmu untuk yang terakhir kalinya.
Benar kata orang, bahwa rindu yang paling menyesakkan dada adalah ketika rindu kepada orang yang sudah tiada.🙂
#Day40

Komentar

Posting Komentar